Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Warga Terjun Medan Marelan Paling Miris 4 Hari Banjir Tanpa Listrik dan Jaringan, Cemas Ada Maling

Warga Terjun Medan
Skintific

Empat Hari Terendam Banjir, Warga Terjun Medan Marelan Hidup Tanpa Listrik dan Jaringan

Media Tanjungbalai — Warga Terjun Medan Kondisi warga di kawasan Terjun, Medan Marelan, kian memprihatinkan. Sudah empat hari mereka bertahan dalam genangan banjir tanpa aliran listrik, jaringan komunikasi, dan minim bantuan memadai. Situasi ini membuat warga tidak hanya berjuang melawan kesulitan sehari-hari, tetapi juga dihantui rasa cemas karena meningkatnya risiko aksi pencurian di lingkungan yang gelap dan sepi.

Banjir yang dipicu curah hujan tinggi dan buruknya saluran drainase membuat sebagian rumah warga terendam hingga 1 meter. Aktivitas lumpuh total, sementara sebagian besar keluarga memilih bertahan di lantai dua atau mengungsi ke rumah tetangga yang lebih tinggi.

Skintific

Warga Terjun Medan Empat Hari Tanpa Listrik: Aktivitas Warga Hampir Lumpuh

Ketiadaan listrik menjadi kendala paling menyulitkan. Warga tidak bisa mengisi daya ponsel untuk berkomunikasi, tidak dapat menggunakan alat penerangan memadai di malam hari, dan kesulitan menyimpan bahan makanan karena lemari pendingin tidak berfungsi.

Seorang warga, Junaidi, mengungkapkan betapa sulitnya situasi tersebut.

Malam-malam gelap sekali. Lampu mati dari hari pertama banjir. Anak-anak takut, orang dewasa pun bingung mau berbuat apa,” katanya.

Jaringan Komunikasi Hilang, Warga Terputus dari Informasi

Selain listrik, jaringan komunikasi juga terputus. Warga tidak bisa menghubungi keluarga, relawan, atau pemerintah setempat. Informasi mengenai kondisi banjir, bantuan, atau peringatan dini pun sulit didapatkan.

Kondisi ini membuat warga merasa terisolasi dan tidak tahu kapan situasi akan membaik.

Warga Cemas Akan Aksi Maling di Tengah Kegelapan

Salah satu kekhawatiran terbesar warga adalah meningkatnya risiko pencurian. Kondisi gelap gulita tanpa listrik memudahkan pelaku kejahatan beraksi, apalagi banyak rumah yang ditinggalkan pemiliknya karena mengungsi.

Beberapa warga memilih tetap berjaga di rumah meskipun banjir masih merendam lantai dasar.

Kami takut ada maling masuk. Banyak rumah kosong, sedangkan lingkungan gelap total. Mau tidak mau kami berjaga dengan senter seadanya,” ujar seorang warga lain.

Bantuan Belum Merata, Warga Harap Pemerintah Bertindak Cepat

Meski bantuan sudah mulai masuk ke sebagian wilayah Medan Marelan, sejumlah warga di Terjun mengaku belum mendapatkan suplai makanan, air bersih, maupun lampu darurat secara merata. Mereka berharap pemerintah kota maupun tim tanggap darurat segera turun dengan lebih intens.

Relawan yang mencoba masuk ke kawasan tersebut juga menghadapi kesulitan karena air masih tinggi di beberapa titik.

Situasi Masih Belum Stabil

Hingga vvvvvini diturunkan, banjir belum sepenuhnya surut. Warga masih menunggu perbaikan listrik dan jaringan yang sangat mereka butuhkan untuk menjalani aktivitas normal dan memastikan keselamatan lingkungan.

Warga berharap adanya perhatian lebih serius dari pihak terkait, mengingat empat hari tanpa listrik dan komunikasi adalah kondisi yang sangat mengkhawatirkan, terutama bagi keluarga dengan anak kecil dan lansia.

Skintific