1. Rismon Sianipar Marah Ditinggalalankan oleh Pakar Digital Forensik Jokowi
Media Tanjungbalai Rismon Sianipar geram saat Josua Sinambela, ahli digital forensik dari kubu Jokowi, menegaskan bahwa metode Error Level Analysis (ELA) yang digunakan Rismon dan tim Roy Suryo tidak tepat untuk meneliti ijazah fisik.
Rismon menuding Josua ‘sok ngajari’ karena mencoba memperbaiki cara kerjanya yang sudah ‘klasik’ itu. Namun Josua membela diri, tidak berniat menyerang secara personal, melainkan meluruskan metode forensik digital yang benar.
Josua menyatakan dengan tegas bahwa:
Rismon Sianipar
“Misal ELA, ELA hanya bisa digunakan … bukan ijazah fisik”
2. Drama Ijazah Jokowi Jadi Arena Bentrok Metode Forensik Digital
Pertarungan antara Rismon dan Josua bukan hanya soal Jokowi, tapi menyangkut metodologi digital forensik yang benar.
Rismon kembali menyerang dan menuduh Josua “sok pintar.” Konflik ini mencuat dalam gelar perkara di Bareskrim Polri, di mana Josua menjadi saksi ahli dari pihak Jokowi
Dia menyayangkan Rismon “sok memberi tahu” padanya yang mengaku sebagai ahli digital forensik.
Ijazah Jokowi dan Polemik Tak Berujung
Ijazah Presiden Jokowi memang telah lama menjadi objek kontroversi. Meski Kementerian Pendidikan dan Universitas Gadjah Mada telah menegaskan keasliannya, sejumlah pihak tetap menggugat keabsahan dokumen tersebut.
4. Rismon Sianipar: Perseteruan Metode antara Rismon dan Josua
Konflik ini berdampak luas: selain memengaruhi persepsi publik soal ijazah Jokowi, juga menekankan pentingnya eksak dalam ilmu forensik digital. Persoalannya bukan hanya siapa benar, tapi siapa menggunakan alat yang benar.
Rismon Sianipar Ketegangan terjadi dalam perdebatan panas soal keaslian ijazah Presiden Joko Widodo. Ia menilai metode tersebut tidak relevan untuk menguji keaslian dokumen fisik seperti ijazah Jokowi.
“ELA hanya digunakan untuk mendeteksi manipulasi pada file digital, bukan dokumen fisik. Ketika dokumen analog difoto lalu diuji ELA, yang dideteksi adalah perubahan pada file digital hasil foto tersebut, bukan dokumen aslinya,” jelas Josua.
Pernyataan itu langsung memantik reaksi keras dari Rismon Sianipar.
“Sok sok ngajari! Saya juga tahu prinsip forensik digital. Jangan merasa paling tahu!” ujar Rismon dengan nada geram saat dikonfirmasi wartawan usai forum.
Ketegangan antara Rismon dan Josua bukan tanpa sejarah. Hubungan keduanya memang sudah lama panas, apalagi setelah Josua pernah menelusuri latar belakang akademik Rismon dan menyatakan bahwa ijazah S2 dan S3 Rismon dari Yamaguchi University tidak sesuai format standar.
Isu ini semakin menyulut konflik personal keduanya, yang kemudian meluber ke panggung publik dalam perkara ijazah Jokowi.