1.Profil Abu Paya Pasi Kepemimpinan Spiritualitas di Pusat Syiar Islam Aceh Profil Abu Paya Pasi: Dari Dayah ke Imam Besar Masjid Ikon Aceh
Media Tanjungbalai Profil Abu Paya Pasi setelah salat Ashar, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), secara resmi mengukuhkan Tgk. H.
2. Asal-usul dan Jejak Dakwah
Abu Paya Pasi—nama lahirnya Tgk H. Muhammad Ali bin Tgk H. Abdul Muthalleb—lahir 4 Agustus 1954 di Desa Alue Dama, Aceh Utara. Penamaan “Paya Pasi” merujuk pada lokasi pesantrennya di Gampong Alue Cek Doi, Julok, Aceh Timur.
Beliau menimba ilmu di pesantren Darul Huda Lhoknibong serta Darul Munawwarah, Peureulak, sebelum mendirikan Dayah Bustanul Huda pada 1991—sebuah pesantren yang kini telah membina ratusan santri dan menjadi pusat pendidikan agama di wilayahnya
Baca Juga: Brimob Polda Sumut Kawal Ketat Aquabike World Championship 2025 di Toba
3. Ulama Kharismatik dan Pilar Masyarakat
Abu Paya Pasi dikenal sebagai ulama karismatik yang memiliki capaian signifikan dalam dakwah dan pembinaan komunitas. Beliau duduk sebagai anggota Majelis Syuyukh MPU Aceh dan sering diundang mengisi pengajian hingga ke Malaysia—menunjukkan pengaruh luasnya di tingkat lokal maupun regional.
4. Profil Abu Paya Pasi Harapan Baru di Bawah Kepemimpinannya
Plt. Kepala Dinas Syariat Islam juga menambahkan bahwa penunjukan berdasarkan kapasitas keilmuan dan dedikasinya, menjadikan beliau figur yang tepat memimpin kegiatan keagamaan seperti khutbah Jumat, pengajian rutin, dan pembinaan imam serta khatib di bawah naungan masjid ini.
Ringkasan Profil
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Nama & Lahir | Tgk. H. Muhammad Ali bin Tgk H. Abdul Muthalleb; lahir 4 Agustus 1954, Aceh Utara |
| Pendidikan & Dayah | Tamatan pesantren Lhoknibong & Darul Munawwarah; pendiri Dayah Bustanul Huda, 1991 |
| Jabatan & Peran | Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman (2025); anggota MPU Aceh; ulama pengajar internasional |
| Pesan & Visi | Menyatukan ulama dan umat; menguatkan syiar Islam dan kemakmuran masjid Aceh |
Kesimpulan
Pengukuhan Abu Paya Pasi sebagai Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman menandai lembaran baru dalam sejarah spiritual Aceh.
