Polri dan Mahasiswa UNIVA Satukan Langkah untuk Lestarikan Jejak Budaya
Media Tanjungbalai – Polri dan Mahasiswa Kolaborasi apik antara Polri dan mahasiswa KKN UNIVA Medan mewarnai aktivitas gotong royong membersihkan dan berziarah di Makam Kerajaan Bedagai, yang terletak kompleks Masjid Jamik Ismailiyah, Desa Pekan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara
Alur Kegiatan
Kegiatan diprakarsai oleh mahasiswa KKN UNIVA, didampingi langsung oleh IPDA Brimen, Wakapolsek Tanjung Beringin, bersama Bripka Syafruddin, serta didukung oleh jajaran perangkat desa, Ketua LVRI Sergai, dan anggota DPRD setempat Tengkoe Ismail (Raja Soeloeng Laut)
Baca Juga: Anggota DPR Nasim Khan Usul Gerbong Khusus Perokok ke PT KAI, Singgung Nilai Kemanusiaan
Polri dan Mahasiswa UNIVA Menguak Makna di Balik Aksi Gotong-royong
1. Jejak Kepala Daerah Terpendam
Masjid Jamik Ismailiyah, berdiri sejak abad ke-19, menjadi simbol penting keislaman dan budaya lokal — tempat yang secara alami menyimpan sejarah panjang Kerajaan Bedagai
2. Sinergi Aparat–Mahasiswa–Masyarakat
Aksi bersama ini bukan sekadar bakti sosial—melainkan wujud nyata harmonisasi antara institusi penegak hukum, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga situs bersejarah.
3. Wariskan Nasionalisme Lokal
Dialog dan aksi bersama membangkitkan kembali rasa cinta tanah air melalui penghormatan kepada leluhur dan narasi kerajaan lokal yang selama ini tersembunyi.
Tinjauan dari Praktik Serupa
| Lokasi | Kegiatan Serupa | Pesan Tersirat |
|---|---|---|
| Jepara – Makam Umat Buddha | Polsek Pakis Aji bersih-bersih jelang Waisak | Polri hadir sebagai mitra nyawa masyarakat, bukan hanya penertiban |
| Ngawi – TMP Pahlawan | Polres Ngawi bersihkan Taman Makam Pahlawan untuk HUT Bhayangkara | Mengolaborasikan patriotisme dan gotong-royong dalam bentuk aksi nyata |
| Mempawah – Pelajar & TNI-Polri | Retroaktif karya bhakti jelang HUT RI ke-80 membersihkan TMP | Pendidikan nilai kebangsaan melalui gerakan turun tangan bersama |
Polri dan Mahasiswa UNIVA Menghidupkan Kembali Napsu Sejarah: Refleksi & Harapan
Mengajar Lewat Kehadiran: Dengan turun langsung ke makam, Polri dan mahasiswa mengajarkan pentingnya mengenang sejarah lewat aksi nyata.
Sekolah Nilai Nusantara: Gotong-royong membersihkan makam kerajaan menyampaikan pesan: nasionalisme kawasan tak kalah penting dari sejarah nasional.
Penutup: Dari Lembaran Tersembunyi ke Panggung Warisan
Cakupan kegiatan ini lebih luas daripada sekadar bersih-bersih makam. Dengan kolaborasi Polri, mahasiswa, dan warga, makam Raja Bedagai tak lagi tenggelam dalam bisu waktu—melainkan menjadi panggung bagi sejarah yang aktif menginspirasi generasi kini.
