Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Jet Siluman KAAN Ogah Terus Pakai Mesin Buatan AS, Kenapa?

Skintific

Jet Siluman KAAN Ogah Terus Pakai Mesin Buatan AS — Kenapa?

Media Tanjungbalai — Jet Siluman KAAN (TF‑X KAAN) yang dikembangkan Turki terus mendapat sorotan karena ketergantungannya pada mesin produksi Amerika Serikat di tahap awal. Namun, pemerintah Turki menegaskan bahwa KAAN tidak akan selamanya menggunakan mesin AS dan akan beralih menggunakan mesin buatan dalam negeri. Ada beberapa alasannya.


Latar Belakang

Prototipe awal KAAN menggunakan mesin General Electric F‑110, yang merupakan mesin asal AS.

Skintific

Namun, AS melalui Kongresnya telah memblokir atau menunda lisensi ekspor mesin F110 tersebut ke Turki untuk beberapa batch produksi awal. Hal ini terkait regulasi dan prosedur persetujuan lisensi ekspor.

Turki sendiri punya proyek mesin dalam negeri, yaitu TEI TF‑35000, yang direncanakan digunakan pada produksi massal KAAN dalam beberapa tahun ke depan (sekitar 2028 dan setelahnya).


Jet Siluman KAAN Alasan Kenapa Ogah Terus Pakai Mesin AS

Ketergantungan Politik dan Risiko Lisensi

Karena mesin AS ini butuh lisensi ekspor dari pemerintah AS dan mendapatkan persetujuan dari Kongres, Turki bisa terhambat jika hubungan politik memanas.

Contohnya, lisensi untuk batch produksi awal mesin F110 diblokir karena regulasi seperti CAATSA (undang‑undang AS yang memblokir entitas asing yang bekerja sama dengan Rusia, dll.).Jet Tempur KAAN yang Diborong Indonesia 48 Unit Disebut Gabungan F-22 dan  F-35 Tetapi Punya 1 Masalah - Zona Jakarta

Baca Juga: 2 Tahun Serangan 7 Oktober, Israel dan Hamas Bahas Akhiri Perang Gaza

Kemandirian Industri Pertahanan

Turki ingin meningkatkan kemampuan industri domestiknya agar tidak terlalu bergantung pada pihak asing dalam aspek yang sangat krusial seperti mesin pesawat tempur.

Mesin dalam negeri (TF‑35000) memungkinkan Turki mengontrol seluruh rantai pasokannya, mulai dari desain, produksi, pemeliharaan, sampai suku cadang.

Keamanan Strategis dan Kedaulatan Teknologi

Dengan mesin lokal, Turki menjaga keamanan data teknis, kontrol atas teknologi, dan mengurangi risiko bahwa pihak luar bisa mempengaruhi kemampuan militer lewat hambatan kebijakan.

Jet Siluman KAAN Cadangan Alternatif sebagai Mitigasi Risiko

Preservasi Hubungan Ekspor dan Kepercayaan Mitra

Ini juga penting untuk memastikan Turki bisa menjaga reputasi dalam hal transfer teknologi dan pengiriman pesawat seperti kesepakatan dengan Indonesia.


Tantangan Pada Peralihan ke Mesin Domestik

Walau ada banyak keuntungan, peralihan ke mesin lokal bukan tanpa tantangan:

Mesin TF‑35000 masih dalam tahap pengembangan dan belum mencapai kematangan penuh.

Integrasi teknis — adaptasi desain pesawat agar cocok dengan karakteristik mesin baru, seperti performa dorong, efisiensi bahan bakar, bobot, pendinginan, suara, dan efek stealth — bisa memakan waktu dan biaya tambahan.

Sertifikasi keamanan, uji coba penerbangan (flight testing), dan standarisasi internasional memerlukan waktu yang relatif panjang.


Kesimpulan

Pada dasarnya, KAAN ogah terus memakai mesin buatan AS bukan karena penolakan ideologis semata, melainkan langkah strategis untuk mencapai kemandirian teknologi, mengurangi risiko politik, dan menjamin keandalan operasional tanpa tergantung pada pihak luar. Turki ingin transisi yang mulus dari mesin impor ke mesin lokal agar masa depan KAAN lebih aman dari gangguan politik-eksternal dan lebih stabil dalam hal produksi dan pemeliharaan.

Skintific