Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific
Berita  

Bertahun tahun Rusak tanpa Perhatian Pemkab Warga Labura Swadaya Perbaiki Jembatan Pagaran

Bertahun tahun Rusak
Skintific

Bertahun tahun Rusak Warga Pagaran Bangun Jembatan dengan Dana Swadaya

Media Tajungbalai – Bertahun tahun Rusak Kondisi Jembatan Pagaran di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) menjadi cerminan panjangnya penantian masyarakat terhadap perhatian pemerintah daerah. Selama bertahun-tahun, jembatan yang menjadi akses utama warga itu mengalami kerusakan serius tanpa perbaikan menyeluruh dari Pemkab setempat.

Lubang menganga, lantai jembatan yang rapuh, serta konstruksi yang kian menurun membuat warga harus ekstra hati-hati saat melintas. Tak sedikit pengendara, terutama sepeda motor dan pejalan kaki, yang mengaku merasa waswas setiap kali melewati jembatan tersebut. Meski keluhan telah berulang kali disampaikan, kondisi jembatan tak kunjung berubah.TIGA Prajurit TNI AD yang Sempat Hilang saat Evakuasi Warga Korban Longsor  Kini Ditemukan Gugur - Tribun-medan.com

Skintific

Baca Juga: Kritik Pedas Mahfud MD Kapolri Terbitkan Aturan Polisi Aktif di 17 Kementerian, Melawan Putusan MK

Merasa berarti jika hanya menunggu, warga akhirnya memilih bergerak secara swadaya. Dengan mengumpulkan dana dari masyarakat sekitar, mereka membeli material seadanya dan melakukan perbaikan secara gotong royong. Papan, kayu, dan campuran semen dipasang untuk menutup bagian jembatan yang rusak agar tetap bisa dilalui dengan aman.

Aksi swadaya ini dilakukan demi kelancaran aktivitas sehari-hari, seperti mengangkut hasil pertanian, anak-anak berangkat ke sekolah, hingga akses warga menuju pusat ekonomi dan layanan kesehatan. Bagi masyarakat Pagaran, jembatan tersebut bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi kehidupan.

Meski perbaikan dilakukan secara sederhana, warga berharap upaya ini

dapat menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara. Mereka menilai jembatan Pagaran membutuhkan penanganan permanen agar keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan benar-benar terjamin.

Gotong royong yang dilakukan warga menunjukkan kuatnya solidaritas masyarakat desa. Namun di balik itu, tersimpan harapan besar agar pemerintah hadir dan menjalankan tanggung jawabnya dalam menyediakan infrastruktur yang layak bagi masyarakat.

Sejumlah warga mengaku, kondisi jembatan yang berlubang dan rapuh menyulitkan aktivitas sehari-hari, termasuk transportasi hasil pertanian, anak-anak pergi ke sekolah, dan akses ke fasilitas kesehatan. Meski keluhan telah disampaikan berulang kali, perbaikan permanen dari Pemkab Labura belum terealisasi.

“Kami sudah lama menunggu, tapi tidak ada perhatian. Akhirnya kami gotong royong memperbaiki jembatan ini supaya bisa dilalui dengan aman,” kata salah seorang warga.

Perbaikan dilakukan dengan dana swadaya warga, menggunakan papan, kayu, dan material sederhana untuk menutup bagian jembatan yang rusak. Meski bersifat sementara, upaya ini diharapkan bisa menjaga keselamatan pengguna jembatan hingga perbaikan permanen dilakukan.

Skintific