Kepsek dan Guru di Pandeglang Terekam Karaoke Sambil Berpelukan Mesra di Lingkungan Sekolah, Warganet Geram
Media Tanjungbalai – Kepsek dan Guru Sebuah video yang memperlihatkan kepala sekolah dan seorang guru di sebuah SD negeri di Pandeglang, Banten, sedang asyik karaoke sambil berpelukan mesra di lingkungan sekolah mendadak viral dan menuai reaksi keras dari publik. Video berdurasi singkat itu beredar luas di media sosial sejak akhir pekan lalu, memunculkan gelombang kritik dari warganet, orang tua murid, hingga tokoh masyarakat setempat.
Perilaku dua tenaga pendidik tersebut dianggap tidak pantas karena dilakukan di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat pendidikan, bukan arena hiburan apalagi menunjukkan kemesraan yang dinilai berlebihan.
Isi Video yang Bikin Heboh
Dalam rekaman video yang kini tersebar luas, tampak kepala sekolah mengenakan seragam ASN, berdiri berdekatan dengan seorang guru wanita. Keduanya tampak menyanyikan lagu karaoke dengan suasana santai, sambil berpelukan dan tertawa-tawa. Diduga aksi itu terjadi saat jam kerja, di salah satu ruangan sekolah yang dibiarkan kosong.
Meski tidak mengandung unsur kekerasan atau konten eksplisit, sikap keduanya dianggap tidak mencerminkan etika seorang pendidik. Terlebih, aksi tersebut dilakukan di tempat yang seharusnya dijaga kesakralannya sebagai institusi pendidikan.
Reaksi Warganet dan Masyarakat
langsung ramai digunakan di media sosial, dengan mayoritas warganet mengecam aksi tersebut. Banyak yang mempertanyakan integritas dan profesionalisme guru serta kepala sekolah yang bersangkutan.
Pantas saja kualitas pendidikan menurun kalau gurunya malah sibuk karaoke dan bermesraan di sekolah. Di mana wibawa seorang pendidik?” tulis salah satu pengguna X (Twitter).
Sementara itu, beberapa akun lain menuntut agar keduanya diberikan sanksi tegas. “Kalau tidak diberi efek jera, nanti bisa diikuti oleh yang lain. Ini sudah merusak citra pendidikan,” tulis komentar lain di Instagram.
Baca Juga: Dianggap Meresahkan Nasib Eks Dosen UIN Viral Guling-guling Jual Rumah Usai Diusir Warga
Kepsek dan Guru SD Tanggapan Dinas Pendidikan Pandeglang
Menanggapi viralnya video tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang langsung turun tangan. Dalam pernyataan resminya, pihak dinas mengaku telah menerima laporan dan sedang menelusuri kebenaran kejadian itu.
Kami sudah mengantongi identitas kedua oknum guru tersebut. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan internal. Jika terbukti melanggar kode etik ASN dan profesi guru, tentu akan ada sanksi sesuai aturan yang berlaku,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Pandeglang dalam konferensi pers, Senin (29/9).
Pihak dinas juga menyayangkan bahwa peristiwa itu terjadi di lingkungan sekolah, yang seharusnya dijaga sebagai tempat pembentukan karakter dan moral siswa.
Ketua Komite Sekolah: “Kami Merasa Malu”
Ketua komite sekolah tempat kejadian berlangsung juga ikut angkat suara. Ia menyatakan rasa kecewa dan malu atas tindakan yang mencoreng nama baik sekolah.
Kami selaku komite merasa sangat malu, karena sekolah ini seharusnya menjadi tempat anak-anak belajar sopan santun, bukan malah melihat contoh buruk dari gurunya,” ucapnya saat diwawancarai oleh media lokal.
Ia juga menambahkan bahwa para orang tua murid telah mengajukan keberatan secara tertulis, meminta agar pihak sekolah dan dinas mengambil langkah tegas.
Kepsek dan Guru SD Potensi Pelanggaran dan Sanksi
Jika terbukti melakukan pelanggaran disiplin sebagai ASN dan pendidik, kepala sekolah dan guru tersebut bisa dikenakan sanksi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Sanksinya bisa berupa:
Teguran tertulis
Penundaan kenaikan pangkat atau gaji
Penurunan jabatan
Bahkan pemberhentian secara tidak hormat jika dianggap berat
Selain itu, mereka juga berpotensi melanggar kode etik profesi guru, yang menekankan pentingnya menjaga martabat guru, memberikan keteladanan, serta menjaga nama baik institusi pendidikan.
Penutup: Pentingnya Etika di Lingkungan Sekolah
Sebab, pendidikan karakter tidak bisa hanya diajarkan lewat buku teks, tetapi harus dicontohkan langsung oleh para pengajarnya.












